Sidoarjo, adajabar.com – Pembangunan ulang Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo resmi dimulai setelah pemerintah mengalokasikan dana APBN sebesar Rp125,3 miliar. Prosesi peletakan batu pertama berlangsung pada Kamis (11/12) dan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.
Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin atau yang akrab disapa Cak Imin, menegaskan bahwa dukungan pemerintah terhadap pesantren tidak hanya berhenti pada revitalisasi di Ponpes Al-Khoziny. Menurutnya, pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membangun karakter, moral, serta kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Pembangunan dan peremajaan pesantren tidak akan berhenti di Al-Khoziny saja. Pemerintah berkomitmen memperkuat pesantren-pesantren di seluruh Indonesia sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Cak Imin.
Rekonstruksi bangunan ini dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pembangunan ditargetkan selesai dalam 210 hari atau sekitar tujuh bulan. Adapun total luas bangunan baru yang akan dibangun mencapai 3.700 meter persegi, mencakup ruang belajar, fasilitas asrama, dan sarana pendukung kegiatan pendidikan lainnya.
Dengan dimulainya pembangunan ulang Ponpes Al-Khoziny, pemerintah berharap fasilitas yang lebih modern dan layak dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas pendidikan santri. Masyarakat sekitar juga menyambut baik program ini karena dinilai membawa dampak positif bagi lingkungan dan kegiatan sosial keagamaan.











