Komisi III DPRD: Optimis BUMD Dongkrak Pendapatan Asli Daerah Jawa Barat Tahun 2024

Bandung, adajabar.com — Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Barat (Jabar) tahun 2024 lebih baik dibandingkan tahun 2023.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Husin, menyikapi merosotnya PAD Jabar pada 2023 yang hanya mampu terealisasi Rp 24,37 triliun dari target Rp 35,62 triliun.

Anggota DPRD Jabar Fraksi Nasdem Persatuan Indonesia Husin, S.E., mendorong agar Pemprov Jabar dapat mulai mengoptimalkan BUMD secara lebih maksimal, untuk mendongkrak deviden mereka guna menambahi PAD.

Dikatakannya, sumber PAD Jabar yakni dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tidak bisa selalu menjadi andalan terus-menerus, karena 2025 mendatang akan terjadi perubahan perhitungan pembagian dana bagi hasil (DBH) atas PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Untuk jatah Pemprov Jabar 70 persen dan pemerintah kabupaten/kota 30 persen akan berbalik jika wacana tersebut dieksekusi tahun depan. Lantaran pembagiannya 60 persen bagi kota/kabupaten, sisanya 40 persen untuk provinsi. Prediksi awal, sekitar Rp1,8 triliun hilang bagi Jabar.

“Maka dari itu kita harap, ada upaya meningkatkan PAD kita. Salah satunya dengan optimalisasi BUMD yang kita punya, melalui deviden,” ujar Husin (2/7/2024).

Husin menambahkan, optimalisasi pendapatan dari sektor lain seperti pajak air permukaan dan lainnya kata dia diharapkan juga dapat dimaksimalkan, untuk menopang penambahan PAD.

Intinya, semua yang bisa meningkatkan PAD harus bisa dimaksimalkan. Termasuk juga aset yang kita punya, juga harus bisa dioptimalkan untuk menambah pendapatan,” ucapnya.

Oleh karena itu politisi Partai Perindo ini berharap, ada langkah strategis dari Pemprov Jabar dalam menggenjot PAD di 2024. (Adip/sbr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *