TNI AU Resmi Operasikan 3 Jet Tempur Rafale yang Tiba di Indonesia

Pesawat Rafale (dok.Wiki)

Jakarta, adajabar.com – TNI Angkatan Udara (TNI AU) resmi mulai mengoperasikan pesawat tempur Rafale setelah tiga unit pertama tiba di Indonesia. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Rico Sirait.

Rico menjelaskan, tiga pesawat tempur Rafale saat ini telah berada di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau. Seluruh proses serah terima, baik secara administratif maupun teknis, telah rampung sehingga pesawat tersebut sudah dapat digunakan oleh TNI AU.

“Tiga unit pesawat tempur Rafale telah tiba di Indonesia dan saat ini berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Secara administratif dan teknis, pesawat tersebut telah diserahterimakan dan sudah dapat digunakan oleh TNI AU,” ujar Rico, dikutip dari ANTARA.

Kedatangan tiga jet tempur ini menjadi gelombang pertama dari total 42 unit Rafale yang dipesan pemerintah Indonesia dari produsen pesawat asal Prancis, Dassault Aviation. Meski demikian, Kementerian Pertahanan belum merinci jadwal kedatangan gelombang berikutnya.

Menurut Rico, kehadiran Rafale akan memberikan peningkatan signifikan terhadap kemampuan pertahanan udara nasional. Pesawat tempur multirole generasi 4,5 ini dikenal memiliki kemampuan tempur udara-ke-udara, udara-ke-darat, serta sistem avionik canggih yang mampu beroperasi dalam berbagai kondisi.

“Dengan adanya pesawat tempur Rafale, TNI AU akan semakin kuat dalam menjaga wilayah udara Indonesia,” tegasnya.

Indonesia sendiri tercatat sebagai salah satu negara pengguna Rafale di kawasan Asia Pasifik. Kementerian Pertahanan RI telah menyepakati pembelian total 42 unit Rafale yang dilakukan secara bertahap.

Sebelumnya, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Edwin Adrian Sumantha, menjelaskan bahwa kontrak pengadaan Rafale dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama untuk enam unit diefektifkan pada September 2022, tahap kedua sebanyak 18 unit pada Agustus 2023, dan tahap ketiga untuk 18 unit terakhir telah dinyatakan efektif sehingga proses produksi bisa dimulai.

“Kemenhan RI sebelumnya telah mengefektifkan kontrak pengadaan tahap pertama dengan Dassault Aviation pada September 2022 sejumlah enam unit dan Agustus 2023 sejumlah 18 unit. Totalnya pengadaan pesawat tempur Rafale oleh Kementerian Pertahanan RI berjumlah 42 unit,” kata Edwin.

Ia juga menyebutkan bahwa pesawat tempur Rafale pertama pesanan Indonesia memang dijadwalkan tiba di Tanah Air pada awal 2026, dan kini realisasi tersebut mulai terwujud dengan datangnya tiga unit awal.

Kehadiran Rafale menjadi bagian penting dari modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU. Pemerintah berharap, penguatan armada tempur ini dapat meningkatkan daya tangkal pertahanan negara sekaligus menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia di tengah dinamika keamanan kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *