Sumedang, adajabar.com — Hari raya Idul Adha adalah hari raya besar bagi umat islam yang identik dengan penyembelihan hewan kurban dan mampu menunaikannya sebagai bentuk ketaatan terhadap Allah SWT.
Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1444, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance”) Kantor Cabang Sumedang menyalurkan paket daging hewan kurban berupa daging sapi kepada masyarakat di sekitar wilayah kantor cabang.
Pemotongan hewan kurban sapi dilaksanakan di Kantor Cabang WOM Finance Sumedang kemudian hewan kurban tersebut didistribusikan kepada masyarakat di sekitar wilayah pemotongan hewan kurban. Hewan kurban merupakan sapi yang sehat, berkualitas dan sesuai syariah tersebut diperoleh dari sinergi WOM Finance dengan peternak di sekitar Kantor Cabang Sumedang.
Dian Musadad, Branch Head Kantor Cabang Sumedang mengatakan bahwa penyaluran hewan kurban ini dilakukan sebagai wujud kepedulian sosial perusahaan setiap tahunnya. Selain itu, juga meningkatkan ikatan sosial terhadap masyarakat sekitar agar senantiasa menyebarkan kebahagiaan.
“Hari Raya Idul Adha ini adalah momentum yang tepat untuk berbagi. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian WOM Finance terhadap sesama, khususnya mereka yang terdampak ekonomi yang berada di sekitar kantor cabang WOM Finance, sekaligus memberdayakan peternak kecil. Semoga kita dapat terus saling berbagi dan meningkatkan solidaritas WOM Finance dan masyarakat,” pungkasnya.
Pada hari Raya Idul Adha 1444H ini, WOM Finance melakukan pemotongan hewan kurban dan menyalurkan paket daging kurban ke 10 (sepuluh) kota, yaitu Stabat, Bengkulu, Balaraja, Karawang, Sumedang, Cilacap, Kudus, Madiun, Gorontalo dan Berau.
Sebelum diserahkan kepada masyarakat, hewan kurban ini sudah melalui tahap pemeriksaan kesehatan hewan dan dipastikan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku yang merebak saat ini. Sehingga, hewan kurban yang diserahkan WOM Finance aman untuk dikonsumsi. (*)
Berita Terkait
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan tetap stabil hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Menurut Purbaya, pemerintah telah menghitung secara matang ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjaga harga BBM bersubsidi tetap terkendali, bahkan jika harga minyak dunia berada di level tinggi. “Kami siap tidak menaikkan harga BBM bersubsidi sampai akhir tahun, dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/3/2026). Ia menegaskan, perhitungan tersebut telah mempertimbangkan berbagai skenario kenaikan harga minyak global, mulai dari 80 dolar AS hingga 100 dolar AS per barel. Dengan demikian, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap potensi kenaikan harga BBM bersubsidi. “BBM bersubsidi sampai akhir tahun aman. Masyarakat tidak perlu khawatir karena anggaran sudah kami siapkan,” jelasnya. Namun demikian, Purbaya mengakui pemerintah tidak dapat mengontrol harga BBM non-subsidi. Hal ini karena jenis BBM tersebut mengikuti mekanisme pasar dan tidak mendapatkan intervensi langsung dari pemerintah. Selain mengandalkan APBN, pemerintah juga menyiapkan sejumlah sumber pendanaan lain untuk meredam dampak kenaikan harga minyak dunia. Salah satunya berasal dari Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang nilainya mencapai Rp420 triliun, termasuk sekitar Rp200 triliun yang ditempatkan di sektor perbankan. Tak hanya itu, pemerintah juga mengandalkan penerimaan dari sektor energi dan sumber daya mineral melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebagai bantalan tambahan untuk menjaga stabilitas subsidi energi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat konflik internasional yang berpotensi mengganggu pasokan energi. Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga BBM bersubsidi dapat terjaga, sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dalam menghadapi dinamika ekonomi sepanjang 2026.