Di tengah upaya pencarian korban banjir bandang yang melanda kawasan Sungai Batang Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Tim SAR gabungan menemukan fenomena alam yang mengejutkan sekaligus mengundang rasa haru: bunga Rafflesia arnoldii ditemukan dalam kondisi sedang mekar sempurna pada Sabtu (6/12/2025).
Penemuan bunga langka tersebut terjadi saat tim SAR melakukan penyisiran intensif untuk mencari 35 korban yang dilaporkan hilang akibat terjangan banjir bandang. Danru Basarnas di lapangan, Robi Saputra, menyebutkan bahwa lokasi bunga itu berada tidak jauh dari aliran sungai, tepatnya di kawasan Mega Mendung, Lembah Anai, yang dikenal sebagai wilayah hutan tropis lebat.
“Bunganya mekar di area yang cukup dekat dengan jalur pencarian. Ini menjadi pemandangan yang kontras, di tengah suasana pencarian yang penuh duka,” ujar Robi.
Rafflesia arnoldii merupakan salah satu bunga terbesar di dunia dan termasuk flora langka yang dilindungi. Mekarnya bunga ini di tengah situasi darurat bencana menjadi sorotan tersendiri, baik bagi tim penyelamat maupun masyarakat yang mengikuti perkembangan pencarian korban.
Menurut beberapa relawan di lapangan, kehadiran bunga raksasa tersebut sempat mengundang perhatian tim karena ukurannya yang mencolok dan aroma khas yang tercium di sekitar lokasi. Meski demikian, fokus utama tim tetap diarahkan pada proses evakuasi dan pencarian korban banjir bandang.
Hingga saat ini, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Batang Anai. Medan yang berat, tumpukan material banjir, serta arus sungai yang masih deras menjadi tantangan besar dalam proses pencarian.
Banjir bandang yang terjadi beberapa hari sebelumnya diketahui membawa material lumpur, batang kayu, dan bebatuan besar dari hulu sungai, membuat sejumlah titik pencarian sulit dijangkau. Meski demikian, operasi pencarian tetap dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan peralatan berat, drone pemantau, serta penyelaman di titik-titik tertentu.
Bagi sebagian pihak, mekarnya Rafflesia di tengah bencana ini dianggap sebagai simbol kehidupan di tengah tragedi. Keindahan alam yang muncul di saat pencarian korban yang penuh duka memberikan refleksi tentang kontras antara bencana dan keteguhan alam.
Namun, pihak Basarnas mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi bunga tersebut demi keselamatan, mengingat area di sekitarnya masih masuk dalam zona rawan bencana susulan.











