Ada Jabar Update
Tokoh Sejarah Nyak Sandang Wafat, Pernah Sumbangkan Harta untuk Pesawat RI Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan tetap stabil hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Menurut Purbaya, pemerintah telah menghitung secara matang ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjaga harga BBM bersubsidi tetap terkendali, bahkan jika harga minyak dunia berada di level tinggi. “Kami siap tidak menaikkan harga BBM bersubsidi sampai akhir tahun, dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/3/2026). Ia menegaskan, perhitungan tersebut telah mempertimbangkan berbagai skenario kenaikan harga minyak global, mulai dari 80 dolar AS hingga 100 dolar AS per barel. Dengan demikian, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap potensi kenaikan harga BBM bersubsidi. “BBM bersubsidi sampai akhir tahun aman. Masyarakat tidak perlu khawatir karena anggaran sudah kami siapkan,” jelasnya. Namun demikian, Purbaya mengakui pemerintah tidak dapat mengontrol harga BBM non-subsidi. Hal ini karena jenis BBM tersebut mengikuti mekanisme pasar dan tidak mendapatkan intervensi langsung dari pemerintah. Selain mengandalkan APBN, pemerintah juga menyiapkan sejumlah sumber pendanaan lain untuk meredam dampak kenaikan harga minyak dunia. Salah satunya berasal dari Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang nilainya mencapai Rp420 triliun, termasuk sekitar Rp200 triliun yang ditempatkan di sektor perbankan. Tak hanya itu, pemerintah juga mengandalkan penerimaan dari sektor energi dan sumber daya mineral melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebagai bantalan tambahan untuk menjaga stabilitas subsidi energi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat konflik internasional yang berpotensi mengganggu pasokan energi. Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga BBM bersubsidi dapat terjaga, sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dalam menghadapi dinamika ekonomi sepanjang 2026. Arus Pendatang ke Jakarta Meningkat, Jaksel Catat 225 Warga Baru Arus Balik Lebaran: Penumpang Whoosh Meningkat, KCIC Catat 293 Ribu Tiket Terjual Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di Usia 84 Tahun, Ini Profilnya

Kecelakaan Maut di Banjaran Kabupaten Bandung, Dua Orang Pengendara Motor Tewas

Petugas kepolisian mengevakuasi kendaraan kedua korban yang menabrak rumah di Kampung Cigentur, Banjaran, Kabupaten Bandung. (ist)

Kabupaten Bandung, adajabar.com – Kecelakaan  terjadi di Kampung Cigentur, Desa Mekarjaya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Dua pengendara sepeda motor tewas tragis setelah kendaraan yang mereka kendarai menabrak rumah seseorang dengan kecepatan tinggi.

“Kecelakaan tunggal ini diduga akibat rem blong yang tak terduga. Dua orang tewas dalam peristiwa maut ini,” ujar Kapolsek Banjaran Kompol Heri Suryadi dalam keterangannya, Sabtu (27/1/2023).

Menurut dia, peristiwa itu terjadi pada Jumat 26 Januari pukul 13.00 WIB. Kendaraan dengan B4060SGB yang dikendarai kedua korban mengalami rem blong saat melintas di Kampung Cigentur. Mereka berdua tengah dalam perjalanan dari arah atas menuju ke bawah.

”Kendaraan yang dikendarai kedua korban tiba-tiba tidak bisa dikendalikan saat menuruni jalan yang curam, sehingga menabrak tanggul di sekitar rumah warga,” jelasnya.

Korban sempat berteriak meminta pertolongan saat kendaraan mereka tidak bisa dikendalikan dan menabrak rumah warga. Namun, kecelakaan tersebut sangat fatal, menyebabkan kedua korban terpental hingga 10 meter dan langsung meninggal di tempat.

“Pengemudi pria tidak ditemukan identitasnya, sedangkan penumpang wanita bernama Natasya Layla Siswara, berusia 20 tahun, berasal dari Cianjur,” tambahnya.

Pihak kepolisian segera tiba di tempat kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa sepeda motor. Kedua korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Al Ihsan Baleendah, Kabupaten Bandung. (dbs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *