Kab.Cilacap, adajabar.com – Seekor Hiu tutul berukuran raksasa terdampar di Pantai Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Sabtu (23/5/2026). Kemunculan hiu sepanjang sekitar 4,5 meter dengan berat diperkirakan mencapai 1 ton itu sontak menarik perhatian warga sekitar.
Satwa laut tersebut pertama kali ditemukan warga dalam kondisi masih hidup di bibir pantai. Sejumlah warga dan nelayan kemudian berupaya mengevakuasi hiu tutul agar bisa kembali ke laut lepas.
Proses penyelamatan dilakukan secara bersama-sama dengan menarik tubuh hiu menggunakan tali dan bantuan perahu nelayan. Namun kondisi ombak dan ukuran tubuh hiu yang sangat besar membuat proses evakuasi berjalan cukup sulit.
Meski sempat diupayakan untuk diselamatkan, hiu tutul tersebut akhirnya mati saat proses evakuasi berlangsung. Warga yang berada di lokasi tampak berusaha membantu petugas memindahkan bangkai hiu dari area pantai.
Setelah berhasil dievakuasi, bangkai hiu tutul kemudian dibawa petugas untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian satwa laut tersebut. Usai pemeriksaan selesai, bangkai hiu akhirnya dikuburkan di kawasan pantai.
Peristiwa hiu terdampar sendiri bukan kali pertama terjadi di wilayah pesisir selatan Jawa. Faktor cuaca, kondisi gelombang laut, hingga gangguan kesehatan pada satwa laut diduga dapat menjadi penyebab hiu maupun mamalia laut terdampar di tepi pantai.
Hiu tutul atau whale shark dikenal sebagai spesies hiu terbesar di dunia dan termasuk satwa yang dilindungi. Meski memiliki ukuran tubuh sangat besar, hiu tutul umumnya tidak berbahaya bagi manusia karena hanya memakan plankton dan ikan-ikan kecil.











