adajabar.com – Untuk mengenang dan menghormati jasa para ibu serta wanita Indonesia, tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu Nasional yang hingga kini terus diperingati setiap tahunnya. Tahun ini adalah peringatan Hari Ibu yang ke-94.
Dalam momentum tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin turut memberikan ucapan selamat hari ibu bagi seluruh ibu di Indonesia. Video ucapan berdurasi 2 menit ini diunggah melalui akun Youtube resmi wakil presiden Republik Indonesia, Kamis (22/12/2022).
Dalam video tersebut, Ma’ruf Amin menilai ibu memiliki jasa yang sangat besar. Ketangguhan ibu Indonesia senantiasa menjadi tiang penyangga bagi keluarga dan negara. Ibu juga menjadi motivasi dan pengingat untuk bangkit dan maju kala kesulitan dan kehilangan arah.
Lebih lanjut, Wapres menyebutkan bahwa Ibu dan kaum perempuan Indonesia sangat tangguh dan senantiasa menjadi tiang penyangga keluarga dan negara.
“Ibu adalah segalanya, dia adalah hiburan dalam kesedihan kita, harapan dalam penderitaan dan kekuatan dalam kelemahan,” ujarnya.
Lebih jauh, Wapres mengungkapkan bahwa dirinya menaruh harapan besar kepada para Ibu Indonesia untuk terus mendukung upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Salah satunya, dengan mencetak generasi penerus bangsa yang unggul, cerdas secara intelektual, sehat lahir dan batin, serta memiliki akhlak yang mulia, sejak dalam kandungan.
“Ibu harus memastikan pemenuhan gizi di seribu hari awal kehidupan anak dan seturut pertumbuhannya, sehingga anak-anak Indonesia bebas dari stunting, dan siap merebut masa depan yang gemilang,” pintanya.
Terakhir, Wapres pun mengucapkan Selamat Hari Ibu 2022 kepada para Ibu dan kaum perempuan Indonesia.
“Saya mengucapkan selamat Hari Ibu tahun 2022, kepada segenap ibu Indonesia di mana pun berada,” ucap Wapres.
“Semoga Allah SWT, Tuhan YME, senantiasa meridai setiap upaya dan pengorbanan yang diberikan ibu demi keluarga Indonesia,” doanya. (dbs)
Berita Terkait
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan tetap stabil hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Menurut Purbaya, pemerintah telah menghitung secara matang ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjaga harga BBM bersubsidi tetap terkendali, bahkan jika harga minyak dunia berada di level tinggi. “Kami siap tidak menaikkan harga BBM bersubsidi sampai akhir tahun, dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/3/2026). Ia menegaskan, perhitungan tersebut telah mempertimbangkan berbagai skenario kenaikan harga minyak global, mulai dari 80 dolar AS hingga 100 dolar AS per barel. Dengan demikian, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap potensi kenaikan harga BBM bersubsidi. “BBM bersubsidi sampai akhir tahun aman. Masyarakat tidak perlu khawatir karena anggaran sudah kami siapkan,” jelasnya. Namun demikian, Purbaya mengakui pemerintah tidak dapat mengontrol harga BBM non-subsidi. Hal ini karena jenis BBM tersebut mengikuti mekanisme pasar dan tidak mendapatkan intervensi langsung dari pemerintah. Selain mengandalkan APBN, pemerintah juga menyiapkan sejumlah sumber pendanaan lain untuk meredam dampak kenaikan harga minyak dunia. Salah satunya berasal dari Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang nilainya mencapai Rp420 triliun, termasuk sekitar Rp200 triliun yang ditempatkan di sektor perbankan. Tak hanya itu, pemerintah juga mengandalkan penerimaan dari sektor energi dan sumber daya mineral melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebagai bantalan tambahan untuk menjaga stabilitas subsidi energi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat konflik internasional yang berpotensi mengganggu pasokan energi. Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga BBM bersubsidi dapat terjaga, sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dalam menghadapi dinamika ekonomi sepanjang 2026.