Bandung, adajabar.com – Lonjakan arus balik Lebaran 2026 berdampak signifikan terhadap peningkatan jumlah penumpang kereta cepat Whoosh. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat total penjualan tiket mencapai 293 ribu selama periode angkutan Lebaran tahun ini.
Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi penjualan sejak 13 hingga 30 Maret 2026 dan masih berpotensi terus bertambah seiring tingginya minat masyarakat menggunakan moda transportasi cepat dan efisien tersebut.
“Secara total, tiket Whoosh yang sudah terjual pada masa periode angkutan Lebaran kali ini mencapai 293 ribu tiket dan masih akan terus bertambah,” ujar Emir saat dikonfirmasi dari Jakarta, Minggu (29/3/2026).
Jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Pada Kamis (25/3/2026), penjualan tiket tercatat masih berada di angka 235 ribu untuk berbagai rute perjalanan, baik dari Jakarta menuju Bandung maupun sebaliknya.
Khusus pada puncak arus balik hari Minggu, penjualan tiket telah mencapai sekitar 12 ribu lembar hingga siang hari. KCIC memperkirakan angka tersebut akan terus meningkat hingga malam hari, mengingat penjualan tiket masih berlangsung hingga jadwal keberangkatan terakhir.
Tingginya minat masyarakat terhadap kereta cepat Whoosh tidak terlepas dari keunggulan waktu tempuh yang jauh lebih singkat dibandingkan moda transportasi darat lainnya. Selain itu, kenyamanan fasilitas serta kemudahan akses pemesanan tiket juga menjadi faktor pendukung meningkatnya jumlah penumpang.
KCIC juga memastikan operasional kereta berjalan lancar selama periode Lebaran, dengan mengoptimalkan jadwal perjalanan dan kesiapan sarana prasarana guna mengantisipasi lonjakan penumpang.
Momentum arus balik Lebaran ini sekaligus menjadi indikator positif bahwa kereta cepat Whoosh semakin diminati sebagai alternatif transportasi andalan masyarakat, khususnya untuk mobilitas antara Jakarta dan Bandung.











