Langsung ke konten
Ada Jabar Update
Tur Dikurangi, Konser Amerika Dibatalkan: Keputusan Besar Zayn Malik
Polda Metro Jaya Pulangkan 101 Orang Terkait Dugaan Ricuh May Day
Respons Aspirasi Buruh, Prabowo Janjikan Daycare dan Perumahan
Dorong Penghijauan, BPDAS Cimanuk–Citanduy Sosialisasikan Rehabilitasi Lahan di Ciamis
Dari Rumpin, Rimbawan Menyemai Kehidupan untuk Generasi Mendatang
Indeks Berita
tutup
tutup
Beranda
Nasional
Parlementaria
Pendidikan
Politik
Pariwisata
Hukrim
Lifestyle
Kuliner
Olahraga
Otomotif
Hobi
Peristiwa
Otomotif
Olahraga
Kuliner
Hobi
Pariwisata
Komisi III
Tur Dikurangi, Konser Amerika Dibatalkan: Keputusan Besar Zayn Malik
Polda Metro Jaya Pulangkan 101 Orang Terkait Dugaan Ricuh May Day
Respons Aspirasi Buruh, Prabowo Janjikan Daycare dan Perumahan
Dorong Penghijauan, BPDAS Cimanuk–Citanduy Sosialisasikan Rehabilitasi Lahan di Ciamis
Dari Rumpin, Rimbawan Menyemai Kehidupan untuk Generasi Mendatang
DWP Kementerian Kehutanan Gelar Penanaman Pohon Peringati Hari Bakti Rimbawan ke-43
Tokoh Sejarah Nyak Sandang Wafat, Pernah Sumbangkan Harta untuk Pesawat RI
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan tetap stabil hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Menurut Purbaya, pemerintah telah menghitung secara matang ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjaga harga BBM bersubsidi tetap terkendali, bahkan jika harga minyak dunia berada di level tinggi. “Kami siap tidak menaikkan harga BBM bersubsidi sampai akhir tahun, dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/3/2026). Ia menegaskan, perhitungan tersebut telah mempertimbangkan berbagai skenario kenaikan harga minyak global, mulai dari 80 dolar AS hingga 100 dolar AS per barel. Dengan demikian, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap potensi kenaikan harga BBM bersubsidi. “BBM bersubsidi sampai akhir tahun aman. Masyarakat tidak perlu khawatir karena anggaran sudah kami siapkan,” jelasnya. Namun demikian, Purbaya mengakui pemerintah tidak dapat mengontrol harga BBM non-subsidi. Hal ini karena jenis BBM tersebut mengikuti mekanisme pasar dan tidak mendapatkan intervensi langsung dari pemerintah. Selain mengandalkan APBN, pemerintah juga menyiapkan sejumlah sumber pendanaan lain untuk meredam dampak kenaikan harga minyak dunia. Salah satunya berasal dari Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang nilainya mencapai Rp420 triliun, termasuk sekitar Rp200 triliun yang ditempatkan di sektor perbankan. Tak hanya itu, pemerintah juga mengandalkan penerimaan dari sektor energi dan sumber daya mineral melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebagai bantalan tambahan untuk menjaga stabilitas subsidi energi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat konflik internasional yang berpotensi mengganggu pasokan energi. Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga BBM bersubsidi dapat terjaga, sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dalam menghadapi dinamika ekonomi sepanjang 2026.
Parlementaria
16 Maret 2023
24 Maret 2023
Anggota DPRD Minta Harga Sembako Tetap Stabil Jelang Ramadan dan Idulfitri
DPRD Provinsi Jabar
DPRD Jawa Barat
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
Selengkapnya
Beranda
Nasional
Parlementaria
Pendidikan
Politik
Pariwisata
Hukrim
Lifestyle
Kuliner
Olahraga
Otomotif
Hobi
Peristiwa