Tangerang, adajabar.com – Polri terus mengintensifkan upaya pencegahan kejahatan digital melalui pendekatan edukatif kepada generasi muda. Salah satunya diwujudkan melalui program Polri Goes to Campus yang kali ini digelar di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, dengan mengangkat tema “Kampus Sehat, Mahasiswa Hebat: Cegah Judi Online Bersama Polri, Komdigi dan Akademisi”.
Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi antara Polri, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta kalangan akademisi untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai berbagai ancaman di ruang digital, mulai dari judi online, pinjaman online ilegal, keamanan siber, hingga dampaknya terhadap kesehatan mental.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan generasi muda saat ini merupakan kelompok yang paling aktif memanfaatkan teknologi digital. Namun di sisi lain, mereka juga menjadi kelompok yang rentan terpapar berbagai bentuk kejahatan siber.
Menurutnya, pemberantasan judi online tidak cukup hanya dilakukan melalui penegakan hukum terhadap pelaku dan jaringan yang terlibat. Edukasi dan peningkatan literasi digital menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran masyarakat, khususnya mahasiswa, agar mampu mengenali dan menghindari berbagai modus kejahatan digital.
“Polri tidak hanya berkomitmen melakukan penegakan hukum terhadap bandar judi online dan jaringan pinjaman online ilegal, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi. Kami ingin mahasiswa memiliki literasi digital dan literasi keuangan yang kuat agar tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan digital,” ujar Trunoyudo.
Melalui program ini, mahasiswa diajak memahami berbagai risiko yang muncul dari aktivitas digital yang tidak sehat, termasuk praktik judi online yang kerap berkaitan dengan pinjaman online ilegal dan berpotensi menimbulkan masalah sosial maupun ekonomi.
Polri juga menekankan pentingnya membangun budaya digital yang bertanggung jawab, sehingga mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang produktif, edukatif, dan bermanfaat bagi masa depan.
Sementara itu, Rektor Universitas Pelita Harapan, Jonathan Limbong Parapak, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama yang telah terjalin antara UPH dan Divisi Humas Polri. Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter mahasiswa yang berintegritas dan memiliki ketahanan menghadapi tantangan era digital.
Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari berbagai aktivitas yang dapat merusak masa depan mahasiswa, termasuk perjudian online dan penyalahgunaan teknologi digital.
Dalam kegiatan tersebut, para narasumber juga memaparkan berbagai strategi penanganan judi online, mulai dari patroli siber, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), pemblokiran konten ilegal, hingga edukasi mengenai dampak psikologis yang ditimbulkan akibat kecanduan judi online.
Melalui sinergi antara Polri, Komdigi, dan perguruan tinggi, diharapkan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan literasi digital, meningkatkan kesadaran hukum, serta membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan sehat bagi masyarakat.
Program Polri Goes to Campus juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan adaptif, karakter kuat, dan pemahaman teknologi yang baik untuk menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.











