BPDAS Cimanuk Citanduy Suplai 500 Bibit Buah untuk Gerakan Satu Siswa Satu Tanaman di Kota Banjar

Bandung, adajabar.com  – Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Cimanuk Citanduy berkolaborasi dengan SD Inspiratif Al Ilham Kota Banjar dalam mendukung Program Adiwiyata 2026 melalui Gerakan Tanaman Buah Dalam Pot (Tabulampot). Dalam program tersebut, BPDAS Cimanuk Citanduy menyediakan 500 bibit tanaman buah produktif yang akan dibagikan kepada para siswa.

Program bertajuk “Satu Siswa, Satu Tanaman, Satu Langkah untuk Bumi yang Lebih Hijau” itu bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini sekaligus mengisi masa liburan sekolah dengan kegiatan yang edukatif dan produktif.

Kepala BPDAS Cimanuk Citanduy, Umar Nasir, S.Sos., M.Sc mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian lingkungan melalui aksi nyata menanam pohon.

“Anak-anak perlu dikenalkan sejak dini bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menanam dan merawat tanaman di rumah. Kami berharap bibit yang diberikan tidak hanya tumbuh menjadi tanaman produktif, tetapi juga menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada setiap siswa,” ujarnya.

Sebanyak 500 bibit tanaman buah yang terdiri dari jambu kristal, jambu air, mangga, dan alpukat dibagikan kepada siswa. Selanjutnya, setiap peserta diminta menanam bibit tersebut di planter bag atau pot yang disiapkan secara mandiri di rumah masing-masing.

Selain menanam, siswa juga diwajibkan mendokumentasikan proses penanaman, penyiraman, pemupukan, hingga perkembangan tanaman selama periode penilaian yang berlangsung mulai 1 Juli hingga 30 Agustus 2026.

Program ini menjadi bagian dari implementasi Sekolah Adiwiyata yang tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi juga membangun karakter disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Pihak sekolah akan memberikan penghargaan kepada siswa dengan tanaman terbaik, dokumentasi terbaik, pekarangan paling inspiratif, serta peserta paling aktif dalam merawat tanaman.

Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan BPDAS Cimanuk Citanduy, diharapkan gerakan ini mampu menciptakan budaya mencintai lingkungan sekaligus mendorong lahirnya generasi yang peduli terhadap kelestarian alam.

Program tersebut juga menjadi bukti bahwa upaya penghijauan dapat dimulai dari lingkungan keluarga, dengan melibatkan anak-anak sebagai agen perubahan dalam mewujudkan bumi yang lebih hijau dan berkelanjutan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *