adajabar.com – Siapa yang kalau ada keluarga atau teman berangkat haji langsung nitip doa?
Mulai dari minta didoakan sehat, rezeki lancar, karier dimudahkan, sampai urusan jodoh, tradisi ini memang sudah lama melekat di masyarakat Muslim Indonesia. Banyak orang percaya doa yang dipanjatkan di Tanah Suci memiliki keutamaan tersendiri.
Ternyata, menitipkan doa kepada orang yang sedang menunaikan ibadah haji memang diperbolehkan bahkan dianjurkan oleh para ulama. Sebab, para jemaah haji sedang berada di tempat-tempat yang dianggap mustajab untuk berdoa, seperti Masjidil Haram, Arafah, Muzdalifah, hingga Multazam.
Selain tempatnya yang istimewa, jemaah haji juga dinilai sedang berada dalam kondisi spiritual yang lebih dekat kepada Allah SWT. Karena itu, banyak umat Muslim memanfaatkan momen tersebut untuk meminta didoakan berbagai kebaikan.
Dalam pandangan ulama, meminta doa kepada sesama Muslim termasuk amalan yang baik selama tidak disertai keyakinan berlebihan. Doa tetap dipanjatkan kepada Allah SWT, sementara orang yang berhaji hanya menjadi perantara untuk ikut mendoakan.
Tradisi titip doa ini juga menjadi bentuk harapan dan ikatan emosional antar keluarga maupun sahabat. Tak heran, menjelang musim haji banyak orang berlomba meminta didoakan agar diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, keselamatan, hingga kemudahan dalam hidup.
Meski demikian, para ulama juga mengingatkan agar setiap Muslim tetap memperbanyak doa untuk dirinya sendiri. Sebab pada akhirnya, setiap doa terbaik tetap datang langsung dari hati seorang hamba kepada Allah SWT.











