Sedekah Prabowo untuk Meugang, Warga Aceh Bangkit Sambut Ramadhan

Warga Desa Geudumbak, Langkahan, Aceh Utara, bergembira saat melaksanakan tradisi Meugang, Selasa (17/2/2026). (Foto: Tim Media Presiden)

Aceh, adajabar.com – Sedekah pribadi Presiden RI Prabowo Subianto untuk tradisi Meugang membawa kebahagiaan bagi masyarakat Aceh yang tengah bangkit dari bencana yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.

Di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, warga kembali memasak Kuah Beulangong dalam wajan besar menggunakan kayu bakar. Aroma masakan khas Aceh itu mengepul di tengah permukiman yang sebagian masih dalam tahap pemulihan. Tradisi menyambut bulan suci Ramadhan tersebut tetap berlangsung meriah, menjadi simbol semangat bangkit dan kebersamaan masyarakat.

“Sedekah dari Presiden Prabowo sangat menyenangkan hati karena kami sedang dalam keadaan musibah kayak ini. Hari Meugang kami sangat meriah seperti yang dulu,” ujar seorang warga, Rabu (18/2/2026).

Tradisi Meugang sendiri merupakan kearifan lokal masyarakat Aceh yang digelar sehari atau dua hari menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Pada momen ini, masyarakat memasak dan menyantap daging bersama keluarga maupun berbagi kepada sesama sebagai wujud syukur dan solidaritas sosial.

Secara keseluruhan, bantuan kemasyarakatan untuk sapi Meugang tahun ini mencapai Rp72,5 miliar. Sebanyak 1.455 ekor sapi diserahkan secara simbolis kepada 19 pemerintah kabupaten/kota di Aceh pada 10 Februari 2026. Bantuan tersebut kemudian didistribusikan kepada masyarakat, dayah, dan lembaga sosial keagamaan.

Bantuan serupa juga diterima Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Kabupaten Aceh Tamiang. Dua ekor sapi dibagikan kepada lebih dari 200 santri dan 50 dewan guru untuk menyambut Ramadhan. Pimpinan pesantren menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan, terutama di tengah kondisi masyarakat yang masih dalam masa pemulihan.

Di tengah situasi pascabencana, sedekah sapi untuk Meugang dinilai bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga bentuk dukungan moral agar tradisi tetap terjaga dan masyarakat Aceh dapat menyambut Ramadhan dengan penuh kebersamaan serta harapan baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *