BNPB: 70 Meninggal dan 56 Hilang Akibat Banjir-Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Dok.ist

Sumbar, adajabar.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data korban meninggal dunia dan hilang akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (28/11/2025). Hingga siang hari, tercatat sedikitnya 70 orang meninggal dunia dan 56 orang dinyatakan hilang dari tiga provinsi tersebut.

Wilayah Aceh melaporkan total enam korban meninggal dunia dan 11 orang hilang. Di Kabupaten Bener Meriah, lima orang meninggal dan sembilan hilang. Sementara itu, longsor di Kabupaten Gayo Lues mengakibatkan satu orang meninggal dan dua hilang. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di beberapa titik yang aksesnya terputus akibat tebing longsor dan luapan air sungai.

Provinsi Sumatera Utara menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 55 korban meninggal dunia dan 45 hilang. Rinciannya meliputi:

  • Kabupaten Tapanuli Tengah: 34 meninggal, 33 hilang

  • Tapanuli Selatan: 13 meninggal, 3 hilang

  • Tapanuli Utara: 3 meninggal, 5 hilang

  • Tapanuli: 1 meninggal

  • Kabupaten Humbang Hasundutan: 4 meninggal, 4 hilang

Sejumlah desa di Tapanuli disebut masih terisolasi akibat jalan longsor dan jembatan runtuh, menyulitkan proses evakuasi dan distribusi logistik.

Di Sumatera Barat, dilaporkan sembilan orang meninggal dunia. Empat korban berasal dari Kota Padang dan lima lainnya dari Kabupaten Padang Pariaman. Hujan ekstrem yang mengguyur sejak dua hari terakhir membuat beberapa aliran sungai meluap dan memicu banjir bandang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa total korban tewas mencapai 70 orang dan 56 hilang, dengan kemungkinan bertambah seiring proses pencarian.

“Data ini masih sangat dinamis. Tim di lapangan terus memperbarui laporan mengingat banyak lokasi yang sulit diakses,” ujar Muhari.

Pemerintah pusat melalui Menko PMK Pratikno mengirim ratusan alat komunikasi, perahu karet, dan genset listrik untuk membuka akses ke wilayah terdampak, khususnya daerah yang masih terisolasi tanpa sinyal maupun listrik.

Sebagai langkah tindak lanjut, Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan pengerahan tiga pesawat Hercules serta satu pesawat Airbus A400 untuk mengangkut logistik bantuan.

Keempat pesawat tersebut dijadwalkan mendarat di:

  • Padang, Sumatera Barat

  • Bandara Silangit, Sumatera Utara

  • Banda Aceh dan Lhokseumawe, Aceh Utara

Pengiriman logistik ini diharapkan dapat mempercepat penanganan korban dan memperkuat operasi SAR di titik-titik kritis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *