Subsidi Transportasi Bus di Bogor Akan di Hapus

Trans Pakuan (doc.ist)

Bogor, adajabar.com – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengungkapkan bahwa subsidi transportasi massal di Bogor bakal dihapus setelah mencapai target tertentu. Namun, untuk tahun 2023 ini pihaknya tetap memberikan subsidi kepada para penumpang.

“Lanjutan Subsidi Angkutan Penumpang (Buy The Service) di Kota Bogor untuk tahun ke 3, sesuai arahan bapak Menteri dan Pemkot Bogor, ini tidak selamanya kita berikan, sebagai¬†sinterclass¬†kasarnya,” kata Kepala BPTJ Umar Haris dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI Rabu (1/2/23).

Seperti diketahui, layanan angkutan umum massal dengan konsep Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bogor rilis pada 2 November 2021. Layanan yang disepakati bernama Biskita Transpakuan tersebut merupakan bagian dari program subsidi Pemerintah Pusat dalam hal ini BPTJ Kementerian Perhubungan untuk pengembangan transportasi massal di wilayah Bodetabek (Bogor-Depok-.Tangerang-Bekasi).

Meski sudah berjalan di tahun ketiga, di sisi lain pemerintah pusat sudah mulai memberi sinyal tidak bisa terus-menerus memberikan subsidi pada transportasi umum ini.

“Ada target-target terukur yang suatu ketika dia harus membayar dan tarifnya juga ditetapkan. Jadi ini hanya stimulan untuk merangsang untuk beralih ke transportasi umum dan ini sangat diapresiasi Pemkot Bogor,” sebut Umar.

Adapun subsidi angkutan penumpang (Buy The Service) di Kota Bogor yang dipaparkan untuk tahun 2023 ini masuk ke dalam 4 Kegiatan Prioritas Nasional yang dengan total sebesar Rp. 96,8 miliar.

Nilai itu sudah mencakup 3 kegiatan lain yakni Area Traffic Control System (ATCS) beserta alat counting, Peningkatan Bangunan Operasional St. Pondok Rajeg + Supervisi serta Fasilitas Sistem Keselamatan dan Keamanan Transportasi Perkotaan (Prov Jawa Barat Rp. 8,05 m dan Prov Banten Rp 3,32 m). (dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *